IoT Automatic Plant Watering System
Ringkasan Proyek
Proyek integrasi perangkat keras sensor mikrokontroler dengan platform web untuk memantau status kondisi tanaman secara presisi serta mengotomatisasi penyiraman.
Masalah yang Dihadapi
Penyiraman manual di area tanaman kampus sering kali tidak konsisten, berisiko mengalami kekeringan saat libur semester atau pemborosan air ketika musim hujan.
Solusi & Pendekatan Teknis
Merancang ekosistem terpadu menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan sensor kelembapan tanah (soil moisture), mengirimkan data telemetri ke server MQTT Broker, dan menghubungkannya dengan dashboard Laravel untuk visualisasi data telemetri serta kontrol katup otomatis.
Fitur Utama
- Monitoring kelembapan tanah dan suhu lingkungan secara real-time via MQTT.
- Otomatisasi katup pompa air saat sensor mendeteksi batas kelembapan kritis.
- Dashboard kontrol manual jarak jauh dari antarmuka web.
- Pencatatan riwayat (logging) konsumsi air dan status kesehatan tanaman.
Tantangan Rekayasa & Solusi
- Sinkronisasi data sensor berfrekuensi tinggi dengan latensi rendah tanpa membebani database Laravel.
- Menjaga kestabilan koneksi mikrokontroler saat jaringan Wi-Fi kampus mengalami fluktuasi sinyal.
- Mengorkestrasi pembagian tugas antara anggota tim hardware (skematik & sensor) dan tim software web.
Hasil & Dampak Proyek
Berhasil mendemonstrasikan prototipe fisik fungsional di depan dosen penguji dengan responsivitas pompa di bawah 1 detik setelah sinyal MQTT dikirim.
Refleksi & Pembelajaran
Menguasai protokol komunikasi IoT (MQTT), integrasi hardware-to-cloud, serta manajemen kepemimpinan tim teknis multidisiplin.